Ditulis oleh yunus07elektro di/pada Oktober 2, 2008

Kehidupan di kota sangatlah berbeda dengan kehidupan di desa. Hal itu dapat terlihat dari ambisi penduduk kota yang sangat besar dan penduduk desa yang selalu merasa kecukupan. Lingkungan di kota yang serba mewah dan lengkap turut membentuk karakter penduduknya. Perbedaan akan terasa jika kita yang biasanya berbaur dengan penduduk kota, kemudian berbaur dengan penduduk desa. Memang, penduduk desa tidak begitu tergoda dengan kehidupan mewah, asalkan kebutuhan pangan, sandang dan papan telah tercukupi maka makmurlah hidup mereka. Berbeda dengan penduduk kota yang kebutuhannya tiada batas dan selalu menginginkan kemewahan. Rasa kekeluargaan yang sangat kental terjalin pada setiap penduduk desa sedangkan rata-rata penduduk kota memiliki rasa egois yang tinggi.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pengalamanku | 4 Komentar »
Ditulis oleh yunus07elektro di/pada Oktober 2, 2008

Pada hari lebaran ini, dimana kita merayakan kemenangan atas perjuangan kita pada bulan ramadhan. Saat bulan ramadhan merupakan saat yang tepat untuk menggembleng diri untuk berubah menjadi lebih baik. Itu semua bertujuan untuk menghadapi masa depan. Masa depan kadang-kadang tidak seperti yang kita harapkan juga, bekal yang mapan sangat diperlukan untuk itu. Menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat adalah cita-cita semua orang. Berbagai cara yang berbeda-beda ditempuh untuk mencapai cita-cita itu karena setiap orang memiliki jalan pikiran yang berbeda. Untuk mencapai kebahagian di akhirat, agama telah mengaturnya dengan sangat baik, begitu pula untuk mencapai kebahagian di dunia. Saya akan menjelaskan cara mencapai kesuksesan berdasarkan sudut pandang saya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pengalamanku | Leave a Comment »
Ditulis oleh yunus07elektro di/pada Oktober 2, 2008

Proteus, software simulasi yang hebat . . . . .
Pada udah kenal ma proteus blom ? Saya juga baru mengenal software ini ketika mengikuti pelatihan mikrokontroller sekitar 3 bulan yang lalu. Sebelumnya hanya mengenal software simulasi seperti orcad, electronic workbench ( EWB ) dan multisims. Kebetulan saya menggunakan Proteus 6 Professional. Proteus terdiri dari 2 program utama yaitu IRES dan ISIS. Masing-masing dari program ini memiliki fungsi yang berbeda. ISIS digunakan untuk menggambar skematik serta dapat disimulasikan. Sedangkan ARES digunakan untuk membuat PCB ( Printed Circuit Board ). Saya tidak pernah menggunakan ARES dikarenakan saya selalu menggunakan Orcad untuk membuat PCB. Oleh karena itu, saat ini hanya akan dijelaskan tentang ISIS 6 Professional. Tampilan awal dari ISIS 6 Professional sebagai berikut
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Project | 15 Komentar »
Ditulis oleh yunus07elektro di/pada Oktober 2, 2008

Awalnya saya tidak begitu tahu tentang pare, sebuah kecamatan di Kediri. Bermula ketika adek saya, faza, berencana untuk kursus bahasa inggris di Pare, kebetulan teman saya, Helmi berasal dari Kediri dan berniat untuk kursus bahasa Inggris juga. Liburan semester 2 selama 2 bulan. Waktu yang cukup lama, apalagi kalau tidak diisi dengan kesibukan. Mengingat saya belum punya kegiatan yang menyibukkan saat liburan dan Alhamdulillah tidak ada yang remedy maka saya putuskan untuk ikut kursus bahasa inggris juga. Sesudah itu saya memberitahu orang tua saya. Alhamdulillah diperbolehkan. Pada hari sabtu, saya menjadi panitia dalam seminar tentang energi yang diselenggarakan oleh KMTE dalam rangka acara techno corner. Pada Minggu malam saya, saya naik bus jurusan Surabaya karena saya berangkat bersama-sama dari Lamongan ke Kediri. Saya mengambil kursus bahasa Inggris di Genta ( Golden English Area Training ). Bayangkan saja, biayanya sangatlah murah. Biaya kursus dan asrama selama 1 bulan hanya Rp. 265.000,00. Jauh berbeda dengan harga kursus di Jogja. Sebelumnya saya sudah mendengar cerita tentang Pare, disebutkan bahwa Pare adalah sebuah desa. Mendengar kata desa, pikiran saya langsung tertuju ke sawah. Sehingga gambaran Pare adalah desa yang masih banyak sawah dan agak jauh dari jalan utama, dan kehidupannya belum tersentuh perkembangan teknologi. Pertama kali menginjakkan kaki di Pare, saya cukup kaget dikarenakan pare itu seperti kota kecamatan bukanlah seperti desa yang rimbun akan pohonnya. Di pinggiran jalan tersebar warung-warung makanan, laundry, swalayan, counter hp bahkan warnet sudah beredar cukup banyak. Fasilitas di Pare sudah cukup lengkap. Hal ini bisa disebabkan karena Pare sebagai icon desa bule yang menyediakan banyak tempat kursus bahasa Inggris.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pengalamanku | 14 Komentar »