Indonesia Bangkit

Give More . . . . Get More

Proteus, software simulasi yang hebat . . . . .

Posted by yunus07elektro pada Oktober 2, 2008

Proteus, software simulasi yang hebat . . . . .

Pada udah kenal ma proteus blom ? Saya juga baru mengenal software ini ketika mengikuti pelatihan mikrokontroller sekitar 3 bulan yang lalu. Sebelumnya hanya mengenal software simulasi seperti orcad, electronic workbench ( EWB ) dan multisims. Kebetulan saya menggunakan Proteus 6 Professional. Proteus terdiri dari 2 program utama yaitu IRES dan ISIS. Masing-masing dari program ini memiliki fungsi yang berbeda. ISIS digunakan untuk menggambar skematik serta dapat disimulasikan. Sedangkan ARES digunakan untuk membuat PCB ( Printed Circuit Board ). Saya tidak pernah menggunakan ARES dikarenakan saya selalu menggunakan Orcad untuk membuat PCB. Oleh karena itu, saat ini hanya akan dijelaskan tentang ISIS 6 Professional. Tampilan awal dari ISIS 6 Professional sebagai berikut

ISIS 6 Professional memiliki library yang lengkap dan user friendly. Pada gambar di atas terlihat bahwa ISIS memiliki toolbar yang lengkap. Proses pencarian komponen sangatlah mudah dan tersusun rapi. Jenis-jenis komponen sangalah banyak. Jika kita ingin menggunakan resistor, tinggal mencari di bagian resistor ataupun jika ingin mencari diode, kita tinggal mencari di bagian diode. Terdapat pula pencarian komponen dengan menggunakan keyword. Saat kita meng-klik komponennya maka dapat terlihat tampilan skematik dan PCB.

Sebelum menggunakan ISIS 6 Professional, saya menggunakan electronic workbench. Kelebihan ISIS 6 Professional dibandingkan yang lain adalah animasi yang cukup memuaskan. Animasi rangkaian dapat digunakan untuk membantu pemahaman pada rangkaian sehingga bernilai edukasi. Led yang menyala dan mati pada saat simulasi sangatlah biasa. Tidak hanya itu, Di ISIS kita dapat melihat arah pergerakan arus beserta nilainya, Pergerakan motor DC, LCD ataupun seven segment. Kita dapat mendapatkan contoh-contoh rangkaian itu di help, sample designs. Terdapat banyak contoh rangkaian yang dapat kita pelajari.

Ataupun pergerakan motor dc yang biasanya dipakai sebagai actuator.

Perkembangan teknologi tidak terlepas dari peran mikrokontroller, dan sayangnya untuk melakukan percobaan dengan mikrokontroller membutuhkan biaya yang cukup besar. DI ISIS kita dapat melakukan simulasi dengan menggunakan mikrokontroller. Mikrokontroller dijadikan sebagai otak dari suatu system, yang berfungsi untuk mengendalikan system itu. Oleh karena itu suatu program harus dimasukkan ke dalam mikro. Sudah pernah diketahui bahwa Mikrokontroller hanya mengenal bahasa mesin, yaitu bahasa biner yang hanya terdiri dari dua keadaan. Tapi pada umumnya mikrokontroller hanya mengenal program dalam bahasa heksa. Itu tidak salah karena bahasa heksa adalah bahasa biner yang disingkat dimana 4 angka biner sama dengan 1 angka heksa. Perkembangan bahasa pemograman berawal dari bahasa mesin, kemudian menjadi bahasa assembly dimana operator yang merupakan kode-kode biner dijadikan berupa teks atau dikenal sebagai mnemonic. Setelah itu, dikembangkan bahasa pemograman tingkat menengah dan tingkat tinggi yang sudah disesuaikan dengan logika manusia ( dalam bahasa mesin bearti kita menggunakan logika mesin dan itu cukup sulit ). Muncul bahasa pemograman seperti bahasa C, pascal, basic dan lain-lain.

Bahasa pemograman tingkat tinggi yang sering dipakai adalah bahasa C dan bahasa basic. Bahasa C dengan software pendukung berupa winAVR dan code vision, sedangkan bahasa basic berupa baskom. Jika dilihat dari tingkatannya, bahasa basic berada di atas bahasa C sehingga lebih mudah menggunakan bahasa basic daripada bahasa C tetapi bahasa C lebih efisien dalam memori daripada bahasa basic. Jika kita ingin belajar dalam memprogam mikrokontroller tetapi dengan dana yang terbatas maka ISIS adalah solusinya. Kita dapat melakukan simulasi dengan mikrokontroller dan pilihan library mikronya cukup lengkap.

Cara mensimulasikan dengan mikrokontroller sangatlah mudah, Misalkan kita menggunakan bahasa C pada software code vision. Pertama-tama kita membuat program kemudian kita run sehingga menghasilkan program dalam bentuk heksa. Bukalah software ISIS, kemudian klik pada komponen mikrokontroller lalu download progam file ( dalam bentuk heksa ) ke mikro. Kemudian mikro siap digunakan. sayangnya tidak semua jenis mikrokontroller ada tetapi tidaklah masalah karena jenis mikro lainnya dalam satu kelas ( Misal sama-sama kelas ATMega ) dapat digunakannya untuk menggantikannya. Mikrokontroller merek/manufacturer lainnya juga tersedia seperti AVR Family, Basic Stamp Module, HC11 Family, PIC10 Family, PIC12 Family, Z80 Family dan lain-lain. Jangan kira, kita hanya bisa mensimulasikan rangkaian sederhana di ISIS, rangkaian sulit pun bisa. Di bawah ini ada gambar rangkaian games chess menggunakan mikrokontroller PIC.

17 Tanggapan to “Proteus, software simulasi yang hebat . . . . .”

  1. Ari said

    Yang bener tu mas? Aku pake multisim 10 bagus juga kok. Disitu kita juga dapat melakukan pemrograman mikrokontroler dengan bahasa assembly san C kemudian akan diubah menjadi hex. Animasinya pun mirip seperti aslinya. Kita dapat membuat obyek yang mirip dengan aslinya. misalkan Traffic Light berbentuk seperti nyata. Komponennya pun detail. dan kita dapat membuat komponen sendiri dengan cretate componen data base. Gambar schematik juga dapat diubah langsung kedalam PCB dengan auto place dan auto root.

    • yunus07elektro said

      bener, iya, saya juga memakai multisim 10. Sayangnya di sana tidak ada library untuk mikrokontroller AVR seperti ATMega8535. Padahal kebanyakan kita di Indonesia memakai mikrokontroller AVR. Gitu?

  2. teddy said

    eh mas Q minta print@an dari proteus punya gak…?
    yang ada laju arusnya….
    rangkaian radio aja lah..
    terserah rasio apa???

    • yunus07elektro said

      maksudnya print2an ?
      maksudnya laju arus apa ya?
      rangkaian radio? aku blom punya e, silahkan cari di internet aja ya

  3. Hendriono said

    aku pake sekitar 6 bulan yang lalu dan sepertinya aku sudah klop dengan software ini, sebelumnya aku pakai KiCad << freeware. Yang aku suka dari Proteus adalah otomatisasinya, terutama di module dan library… Lam kenal mas… sama-sama pecinta elektronika juga nih.

  4. mas aku pendatang baru di electro sebelumnya pengemar IT.
    tapi saya gaptek tentang electro.
    emmmm tolong bantuin bagaimana cara kita mendownload program kita ke IC
    makasih sebelumnya.

  5. yunus07elektro said

    ni ngomongin proteus atau benar2 mao download progam ke ic ( ex. mikro ) benaran? klo di dalam proteus, tinggal klik kiri ic mikro sehingga masuk ke edit component, pada bagian progam file, browse lokasi progam mu yang berbentuk hex. Kemudian klik ok. Kalo download ke mikro beneran ya pake downloader, itu tergantung dari jenis mikro yang kamu gunakan. Sekrang sudah tersedia berbagai jenis downloader

  6. Husain C said

    Bagi softwarenya dong

  7. riwi said

    dengan menggunakan ARES kita dapat membuat jalur PCB dengan sangat mudah dan cepat. karena juga dilengkapi tampilan 3D dari board dan komponen yang kita gunakan. jadi mirip dengan yang digunakan di arsitektur

  8. haglan said

    ada yg punya proteus versi baru gak yang 7.5 .. bagi2 dunkk
    mail w yah ok
    sebelum na thanks

  9. Kang Oedin said

    Salam kenal.
    Saya juga pake Proteus Professional 7 SP2. Bagus banget, apalagi saya yang masih belajar.
    Ada yang tahu berapa harga downloader PIC?
    Terima kasih.

  10. widad said

    apa proteus itu sejenis program untuk membuat simulasi?? misal simulasi dalam pembelajaran fisika??
    kalo ya…….wah bisa ni untuk jidil skripsi
    mohon penjelasannya

    • yunus07elektro said

      proteus adalah simulator untuk rangkaian elektronik, misalkan pembelajaran fisika yang anda maksud berkaitan dengan rangkaian elektronik yang bisa saja . . .

  11. widad said

    [kalo ya…….wah bisa ni untuk jidil skripsi]
    [kalo ya…….wah bisa ni untuk judul skripsi]

  12. adhit said

    kalo pengen nambah library-nya gimana y?
    trims

  13. Deny said

    Oooiii, tolongin aku dong, bikinin rangkaian sistem orde dua yang ditambah dengan rangkaian lead compensator. Aku sudah ada tapi hasil dari ‘bode plotter’-nya berbeda jauh dengan yang aku simulasikan lewat MATLAB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: