Indonesia Bangkit

Give More . . . . Get More

Penguat tegangan dan penguat daya ?

Posted by yunus07elektro pada September 29, 2008

Pada mata kuliah elektronika analog, saya mempelajari penguat tegangan dan penguat daya. Materi ini pernah disampaikan pada mata kuliah elekronika dasar. Perbedaannya adalah saat ini kita mempelajari dalam hal merancang penguat itu. Hal yang dulu sempat membingungkanku, bahwa kalo ada penguat tegangan dan daya bearti kita tidak perlu susah membangkitkan listrik karena bisa langsung kita kuatkan dengan penguat. Pernyataan yang sangat lugu sekali. Hehehe. Memang pengertian dari penguat adalah menguatkan sinyal input, tetapi ada energi lain yang menyertainya yaitu arus dc yang digunakan untuk membias transistor. Sehingga pertambahan energi sinyal input didapatkan dari sana. Untuk apa sich membias transistor ?? Sudahkah anda tau ?? Hal itu dilakukan untuk mendapatkan titik kerja suatu transistor. Apalagi dalam perancangan penguat, pembiasan ( biasing ) pada transistor sangat diperlukan karena posisi titik kerja menentukan jenis kelas dari penguat.

Penguat tegangan digunakan untuk menguatkan tegangan input. Gain tegangan adalah perbandingan tegangan output dengan tegangan input. Dimana besarnya gain dapat kita tentukan. Tahukah aplikasi penguat tegangan ini ?? Sudah pada tahu ya . . . Penguat tegangan dapat digunakan sebelum filter dan penguat daya antara sinyal input dan speaker. Ingat lagi materi teknik telekomunikasi dimana penguat tegangan direpresentasikan sebagai repeater dalam proses transmisi data. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum merancang penguat tegangan adalah menentukan gain yang diinginkan karena gain tegangan merupakan tujuan utama dari penguat tegangan. Btw, penguat tegangan merupakan penguat kelas A. Kemudian menentukan rangkaian dasar yang digunakan beserta transistornya. Pada penguat tegangan, arus keluaran ( kolektor ) tidak begitu diperlukan sehingga arus kolektor diusahakan sekecil mungkin. Sekalian untuk menghemat energi yang dikonsumsi. Tidak begitu ada syarat khusus pada transistor penguat tegangan, dimana arus kolektor diatur sebesar 1% dari arus kolektor maksimum. Beta transistor yang tidak begitu berpengaruh pada kualitas penguat ( apalagi menggunakan rangkaian voltage divider yang relatif stabil terhadap perubahan beta ). Nilai-nilai komponen lain dapat dicari dengan rumus yang telah ada.

Bagaimana dengan penguat daya ? Penguat daya bertujuan untuk meningkatkan daya sinyal output. Pada mata kuliah elektronika analog ini, diterapkan sebagai penguat daya pada speaker. Pada penguat daya ini, tegangan output diatur sama dengan tegangan input dc. Sedangkan nilai arusnya yang diubah-ubah. Apakah ada yang tahu mengapa pada penguat daya ini, tegangan diatur tetap sedangkan arusnya diubah-ubah. Menurut saya pengubahan arus output lebih mudah daripada pengubahan tegangan output. Dan rentang tegangan yang bisa diaplikasikan jauh lebih kecil daripada rentang arus. Oleh karena itu bisa jadi, arus yang diperlukan sangat besar sehingga dalam memilih transistor harus disesuaikan dengan kebutuhan arus. Apabila arus yang dibutuhkan sangat besar sekali, maka dapat dipakai rangkaian transistor darlington. Ketika saya membeli transistor yang memiliki arus kolektor maksimum besar ( sekitar 1,5 A ) ternyata bentuk transistornya berbeda dari yang selama ini saya beli. Pada bagian tengahnya berlubang yang digunakan untuk heat sink. Heat sink digunakan agar komponen tidak cepat panas. Dengan pemasangan heat sink maka memperluas permukaan transistor sehingga panas semakin cepat terbuang ke udara. Harganya relatif sama dengan transistor daya kecil. Btw, sebenarnya penguat daya merupakan penguat kelas B. Penguat kelas B sangat efisien dikarenakan transistor hanya akan aktif apabila ada sinyal input. Rangkaian penguat kelas B terdiri dari 2 transistor yang identik dimana setiap transistor menghantar secara bergantian pada setiap setengah siklus. Tetapi ada kekurangannya juga, bagian basis emitor seperti sebuah dioda yang akan aktif ketika telah mencapai forward bias voltage. Sehingga waktu pergantian on off tidaklah sama. Menimbulkan peristiwa distorsi cross over. Bentuk sinyal output akibat distorsi cross over tidak diharapkan sehingga perlu adanya usaha untuk mengatasinya. Solusinya adalah mengatur agar transistor aktif terus menerus sehingga perlu adanya arus basis (sangat kecil ) walaupun saat itu transistor sedang tidak menghantar yang dinamakan sebagai rangkaian penguat kelas AB. Saat ini saya akan mulai merancang penguat kelas push-pull . . . . Doakan ya . . . ^_^

11 Tanggapan to “Penguat tegangan dan penguat daya ?”

  1. artitin said

    Saat ini saya sedang mencari bahan mengenai penguat daya kelas E.
    Mohon penjelasannya segala hal mengenai penguat daya kelas E ini.
    Thx

    • yunus07elektro said

      penguat daya kelas e ? ada tho? setauku penguat daya berawal dari b, kemudian menjadi ab. Yup, saya coba cari referensi dolo . . . . .

  2. Alphino said

    Bro,,gw ank MIPA UGM

    gw mnta artikel low ya…thx b4

  3. bro … tauh caranya buat mensinkronisasi antara tegangan pada pembangkit vs pln …. ada gak rangkaiannya yang utuh(komponennya jelas)…tu gimana caranya …misal ada add saya …atau kirim langsung aja ke email saya

    mingkak87@yahoo.co.id

    thanks bro…..indonesia bakalan maju kalau saling bantu
    he…………he…he…

  4. ariswan said

    maz,,bs mnta bantuannya g?…tw gambarnya mikrofon magnetik sm gambar sel fotoresistif g/…thq b4

  5. tolog, klo bisa kirim buat saya tentang penguat kelas A dan penjelasan tentang filter(hihg pass filter dan low pass filter)

  6. Saya minta bantu sama semua teman2 klo bisa?????? soalnya saya membuat tugas akhir dgn judul Rangkaian estereo tone control pada Op-amplifier.

  7. Rangel said

    hlloooooo ….tman2 semuanya…gua mo minta tolog ini tuk tugas akhir ku tentang rangkaian tone control pada op-amplifier ………klo bisa tlong penjelasan tentang filter(high pass filter & low pass filter)….bisa kirim lewat email ku………….. rangel5580@gmail.com

    • yunus07elektro said

      secara singkatnya, highpass filter adalah filter yang melewati frekuensi tinggi sedangkan lowpass filter adalah filter yang melewati frekuensi rendah, kedua filter itu dibagi menjadi filter aktif dan filter pasif. Filter aktif jika pada filter itu memerlukan catu daya eksternal. Semakin tinggi orde pada filter itu maka semakin curam penurunan gain nya pada tanggapan frekuensi

  8. bro w aji mhsswa elins ugm, w minta artikel soal plc bro,thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: