Indonesia Bangkit

Give More . . . . Get More

Pare in My Memory

Posted by yunus07elektro pada Oktober 2, 2008

Awalnya saya tidak begitu tahu tentang pare, sebuah kecamatan di Kediri. Bermula ketika adek saya, faza, berencana untuk kursus bahasa inggris di Pare, kebetulan teman saya, Helmi berasal dari Kediri dan berniat untuk kursus bahasa Inggris juga. Liburan semester 2 selama 2 bulan. Waktu yang cukup lama, apalagi kalau tidak diisi dengan kesibukan. Mengingat saya belum punya kegiatan yang menyibukkan saat liburan dan Alhamdulillah tidak ada yang remedy maka saya putuskan untuk ikut kursus bahasa inggris juga. Sesudah itu saya memberitahu orang tua saya. Alhamdulillah diperbolehkan. Pada hari sabtu, saya menjadi panitia dalam seminar tentang energi yang diselenggarakan oleh KMTE dalam rangka acara techno corner. Pada Minggu malam saya, saya naik bus jurusan Surabaya karena saya berangkat bersama-sama dari Lamongan ke Kediri. Saya mengambil kursus bahasa Inggris di Genta ( Golden English Area Training ). Bayangkan saja, biayanya sangatlah murah. Biaya kursus dan asrama selama 1 bulan hanya Rp. 265.000,00. Jauh berbeda dengan harga kursus di Jogja. Sebelumnya saya sudah mendengar cerita tentang Pare, disebutkan bahwa Pare adalah sebuah desa. Mendengar kata desa, pikiran saya langsung tertuju ke sawah. Sehingga gambaran Pare adalah desa yang masih banyak sawah dan agak jauh dari jalan utama, dan kehidupannya belum tersentuh perkembangan teknologi. Pertama kali menginjakkan kaki di Pare, saya cukup kaget dikarenakan pare itu seperti kota kecamatan bukanlah seperti desa yang rimbun akan pohonnya. Di pinggiran jalan tersebar warung-warung makanan, laundry, swalayan, counter hp bahkan warnet sudah beredar cukup banyak. Fasilitas di Pare sudah cukup lengkap. Hal ini bisa disebabkan karena Pare sebagai icon desa bule yang menyediakan banyak tempat kursus bahasa Inggris.

Menurut berita yang saya dengar, jumlah kursus bahasa Inggris di Pare berjumlah sekitar 70an. Itu semua dalam lingkup satu desa. Waw . . waw. . hebat. Ketika melihat asrama saya cukup kaget karena dalam satu kamar berisikan 4 orang. Kamar yang berukuran sekitar 3×3 meter persegi. Terlintas dalam pikiran saya waktu itu, keliatannya saya tidak betah. Wajar saja, saya belum pernah ngekos dan hidup selalu bersama orang tua. Alhamdulillah, pikiran itu kian lama menjadi luntur. Teman-teman yang ramah adalah faktor yang menyebabkan saya betah di sana. I feel at home, here. Mungkin bisa menjadi rumah kedua bagi saya waktu itu.

Teman-teman yang tidak membeda-bedakan, dimana selalu ada kehangatan dalam bersama. Dan uniknya, karena berasal dari berbagai kota maka kota asal seperti menjadi identitas kita. Jogja, LA ( Lamongan, mayoritas ), Bali, Jakarta menambah keragaman di sana. Bagiku, rasa kekeluargaan di Pare khususnya Genta sangatlah terasa. Kepenatan saat kuliah seakan sirna di sana, hari-hari yang dipenuhi oleh canda tawa dan bahagia. Pikiran menjadi relax, karena dalam setahun terakhir kehidupan di kuliah bagaikan seperti digenjot aja. Terdapat ciri khas ketika di Pare, dimana setiap memanggil seseorang kita diharuskan ( eh nda ding, sudah menjadi kebiasaan ) dengan awalan Mr atau Mrs. Tidak memandang usia atau jabatan.

Tentang Gurunya . . . Bisa jadi kalian kaget ( saya juga kok ) . . ternyata guru-gurunya berusia sangat muda, rata-rata sekitar 21 tahun. Muda banget tho . . .Kualitasnya oke juga. Kebanyakan guru-guru disana merupakan lulusan genta juga. Jadwal kursusnya lumayan padat dimana setiap hari terdapat 5x pertemuan. Sante aja, hari sabtu dan minggu lumayan senggang kok. Di hari Sabtu ada program bernama Meeting, yang berisikan lomba pidato, koreksi grammar and pronounciation. Di hari Minggu ada olahraga bersama yang biasanya bertempat di Stadion Canda Birawa. Dan biasanya setelah itu ada kegiatan rekreasi baik sendiri ataupun bersama-sama. Ada kebiasaan pada malam minggu, yaitu nongkrong bersama . . anehnya tempat nonkrongnya berada di sekitar patung garuda yang berada di tengah-tengah pertigaan. Orang-orang biasanya menyebutnya dengan istilah GP ( Garuda Park ). Makanan yang disajikan seperti jagung bakar, roti bakar, kacang rebus, bakso dan masih banyak lagi. Kalau pada hobi kuliner, silahkan berputar-putar di Pare. Di sana terdapat buanyak warung makanan dengan menu yang bervariasi.

Nuansa keislaman yang kental di Genta. Seluruh penghuni asrama diwajibkan untuk sholat berjamaah di waktu subuh dan maghrib. Dan setelah ditunaikannya sholat maghrib, ada juga kultum dalam bahasa inggris yang dibawakan oleh penghuni asrama. Kultum disini dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan speaking kita. Walaupun kadang-kadang ada juga judul yang ngga genah ( eg. Sandal, celana dalam ) tetapi patut dihargai juga karena pada dasarnya bertujuan untuk learning English. Pada malam sabtu ada juga tadarus bersama yang dipandu oleh teacher.

Setiap hari, kursus dimulai pada jam 5.15 pagi . . . . hebat sekali, ketika kita menuju kelas masing-masing bisa menghirup udara yang segar, bebas dari polusi. Pertemuan terakhir selesai jam 9 malam. Ah you are, kalimat favorit yang selalu dikumandangkan yang bearti ah, kamu atau take a leak dan take a dump yang maknanya sangat dalam. Hehehe. Andaikata kita mau foto bareng-bareng terdapat studio foto flash yang satu-satunya terdapat di Pare. Kualitas fotonya bagus dan tidak kalah dengan kota-kota besar.

Setelah merasakan hari-hari yang indah, tiba akhirnya juga menemui hari yang menyedihkan. Hari dimana tetes-tetesan mata menjatuhi pipi, hati yang berdegup kencang dan pikiran yang selalu mengingat kalian. Hari perpisahan, dengan teman-teman yang telah mewarnai hari-hari selama sebulan. Teman yang jarang didapatkan, dan teman yang menyenangkan. Teman yang mengubah paradigmaku dari ketidakbetahan menjadi kebetahan yang bearti. Sebenarnya, terdapat keinginan tuk terus bersama lagi tetapi saya harus kembali ke medan perjuangan tuk masa depan, di Jogja. Sungguh indah, kenangan bersama kalian khususnya basic intensive 3. Saya berharap . . . . Semoga kita dapat bertemu lagi.

14 Tanggapan to “Pare in My Memory”

  1. efunt said

    Assalamu’alaikum
    mas maaf mo tanya pendaftarannya tiap tanggal berapa yak?? Insya Alllah mau ngisi liburan jugha buat bulam februari. Mohon di bales ya…
    alfarabihusni@yahoo.co.id
    alfarabihusni@hotmail.com

    • yunus07elektro said

      wa’alaikumussalam. bimbelnya yang mana ya? kalo aku di GENTA, setiap bimbel beda2 waktu pendaftarannya. klo di Genta buka setiap bulan. Kalo tepatnya saya lupa. ya ntar ku cari dan cek lagi brosurnya, Insya Allah ku kirim ke emailmu . . . Sep,

  2. tajdeins said

    assalaamualaikum wr wb
    salam kenal..memang pare penuh kenangan. you angkatan keberapa ? qra2 mas dhani masih ngajar gag waktu ntu n pa qomar masih yang pegang genta gag…you nak mana,,kirim e-mail ajah ke

    arief_tajdeins@yahoo.com

    n jangan lupa kunjungi blog yang baru I buat http://www.ajozing2006.multiply.com

    • yunus07elektro said

      wa’alaikumussalam. angkatan juni-juli 2008 . . . mas dhani, saya nda tau e . . . .iya pak qomar masih jadi pemimpin di genta. oche . . . .

  3. syawal said

    Assalamualaikum jikalau saya boleh tau bisa tidak ya saya minta alamat atau no kontak Genta…. Jikalau bisa membantu saya sangat berterima kasih bisa mengirimkan jawabnya ke email saya di sya_wal88@yahoo.com, Thanks……
    Terakhir seberapa efektifkah belajar disana..

    Best Regards,

    Syawal

  4. uzan said

    Assalamualaikum…
    Aku adalah seorang santri Sidogiri Pasuruan. Aku mendalami bahasa inggris di pondokku selama 2 tahun. Namun, sampai saat belum ku temukan hasil yang memuaskan. Padahal aku punya target harus paham Grammar dan Speaking dalam tempo 2 tahun.
    Nah, dari sini aku mempunyai sebuah keinginan untuk mengikuti kursus bahasa inggris di Genta.
    Ke depan, aku ingin mendalami my english di Genta hanya dalam 2 bulan saja. Bisakah aku menguasai bahasa inggris hanya dalam jangka tersebut…???
    Atas jawabannya terima kasih !
    Wassalamualaikum…

    • yunus07elektro said

      wa’alaikumussalam. Hmm . . .Bukankah pengajaran bahasa inggris di pondok pesantren biasanya sudah bagus? Sebelumnya saya mao bertanya, apakah anda sudah membiasakan menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari?? Klo sudah, seharusnya anda sudah bisa . . . Hal yang paling penting yang saya dapatkan di genta adalah pembiasaan. sebuah habit . . . sebenarnya ukuran menguasai bahasa Inggris juga relatif, Sehingga saya tidak tau seperti apa yang anda inginkan. Tetapi insya Allah jika anda serius di Genta dalam 2 bulan, anda akan berkembang pesat. Semoga membantu

  5. Wilda said

    genta itu masih daerah tulungagung atau pelem,…kalau gak salah aq pernah baca,…didua desa itu yang terkenal,….mohon jawabannya juga.

  6. Wilda said

    lupa deh tanya satu lagi,..kalau dari jogja lebih enak naik bis atau kereta ke pare?tolong rute atau small maps,…atau juga arahan untuk sampai kesana,..saya rencana mau kesana akhir juni ini,…..makasih sebelumnya de’!

    • yunus07elektro said

      hmm . . . saya belum pernah naik kereta ke pare, kata teman saya, naik kereta ekonomi jauh lebih murah daripada naik bis. Tetapi, konsekuensinya belum jelas dapat tempat duduk. klo naik bis, saya dari terminal giwangan. Naik bis eka, harga tiketnya lumayan mahal tapi sangat nyaman sekali dan cepat, setelah itu berhenti di terminal jombang. kemudian cari angkutan yang menuju pare, terutama tulungrejo klo mao ke genta, biasanya sich diturunkan di stadion candabirawa, dari sana bisa naik becak ke gentanya.

  7. ardi said

    lam knal wat kluarga besar GENTA smuanya ya!!
    namaQ ardi,
    aq calon siswa genta..
    rencananya aq mo gabung akhir bln ini..
    mhon bantuannya ya kpd tmen2 n senior2 yg dah brpgalaman(mahir)pada saat pembelajaran nnti.
    trus trang aja ,bhsa inggrsQ lmah bgeeet….smga aj dgn brgabung kursus di GENTA apa yg saya impikan tercapai.
    amiin..,

    GENTA IS THE BEST DECH..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: