Indonesia Bangkit

Give More . . . . Get More

Catatan Kuliah

It’s time to test . . . . Do the best

070522_ujian20nasional1Waktu memang berjalan dengan cepatnya, meninggalkan kita begitu saja . . . Dan tidak memperdulikan apakah kita siap atau tidak untuk menyongsong aktivitas selanjutnya . . . . . .

Sekarang adalah masa kuliah, dimana seluruh perhatian kita harusnya tercurah cukup besar. Bisa dikatakan masa-masa kuliah adalah masa yang menentukan hidupmu ke depannya,

Kuliah tidak berbeda dengan sekolah lainnya, dimana tetap ada saat untuk mengukur kemampuan kita, yaitu ujian. Siap kah kita ?? mao tidak mao, harus dihadapi. Kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh karena merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada orang tua.

Marilah sebelum saat itu tiba, kita berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan mendapatkan hasil yang baik. Amin. . . .

Tetap semangat dalam mengarungi hidup ini ya, Ganbatte kudasai

—————————————————————————————————-

—————————————————————————————————-

Belajar kok susah ?sb_cube

Dulu saya pernah punya pikiran, ngapain sich kita belajar . . . . . ? ketika saya masih sd atau smp ya ?? parah banget tho, hehe. Alhamdulillah sekarang akhirnya diriku sadar juga. Selalu ada perasaan menyesal mengingat masa2 jahiliyah itu, tapi tetap bersyukur sekarang sudah sadar. Belajar itu mempunyai arti yang sangat luas, bahkan sebenarnya setiap detik kita melakukan proses belajar. Dari keadaan yang blom tau menjadi tahu. Belajar sampai akhir hayat. Keren sekali, hehehe.

Bangga sekali saya bisa kuliah di UGM, bukan bearti bangga pada diriku sendiri, tetapi bangga menemukan teman – teman yang hebat. Berbagai latar belakang ada, tapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk belajar. Jika kita melihat kembali pada film / novel laskar pelangi yang mengetuk hati dan sarat isi, kita seharusnya bersyukur dapat mengenyam bangku pendidikan, bahkan sampai kuliah. Bukan bearti orang2 yang tidak mengenyam bangku kuliah (maaf) bodoh, tetapi bisa saja mereka belum mempunyai kesempatan seperti kita.

Memang terkadang( sering ) rasa malas itu mengganggu, itu merupakan tantangan yang harus kita hadapi, bahkan dimusnahkan. Rata-rata, saya melihat orang sukses, awalnya orang yang prihatin sekali, bisa jadi mereka sudah dibentuk oleh lingkungan mereka. Mereka adalah seseorang pekerja keras. Berani mengambil tantangan dan tidak mudah menyerah. Bagaimana kalau kita berasal dari lingkungan yang damai, hehe, sebenarnya seseorang itu mao tidak mao harus bekerja keras kalau mao sukses. Itu merupakan syarat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Parahnya kalo sudut pandang / ideologi kita sudah dibelokkan, mungkin si penggoda ( syetan ) susah membuat kita menjadi malas alias hanya berpangku tangan saja. Dia akan berusaha membalik paradigma kita. Waduh, susah kentara juga. Kadang kala hal yang kita anggap benar ternyata salah. Misalnya, kita sudah punya kewajiban untuk kuliah yang serius, ini merupakan amanah dari orang tua. Tetapi, kadang kala terdapat aktivitas yang mengganjal sehingga kita menyepelekan kuliah. Masya Allah. Tobat2, hehehe.

Hmm . . . saya juga pernah melakukannya, menyesal sekali ternyata saya masih belum serius kuliah, apalagi klo ada matkul yang kurang disenangi . . . Acuh saja. Hiks2. Ya ga papa lah, hidup ini memang harus selalu lebih baik setiap waktu berjalan. Kumpulkan semangat, juga semangat telah turun, jangan lupa untuk mencharge lagi. Ganbatte kudasai

———————————————————————————————–

———————————————————————————————–

Merenungkan nasib ujianku . . . . . .

sos_logowebpage

Hari ini merupakan hari yang melelahkan bagiku, dikarenakan menghadapi ujian isis ( isyarat dan sistem ). Mata kuliah ini benar-benar membuatku heran . . . ketika melihat soalnya pertama kali, tidak ada bayangan blas. Wah, parah banget diriku . . . tetapi tidak hanya aku yang merasakannya, teman2 ku juga berkomentar begitu, hehehe. Setelah aku merenungkan, itu semua karena aku juga. Kurang strategi . . . Harusnya saya menyadari bahwa mata kuliah ini agak berbeda dengan yang lain, sehingga perlu ada strategi tersendiri. Mata kuliah ini benar2 memerlukan perjuangan yang keras dari yang lain karena sudah high level . . . .

Nilai mid dan uas, kayaknya sudah tidak bisa diharapkan lagi kecuali jika terjadi keajaiban,semoga saja . . . . hmm . . . . apabila hal yang ditakutkan bener2 terjadi ( terlalu berlebihan ), saya akan mempersiapkan di semester genap untuk remedi. Sayang kalau harus mengulang di tahun depan, nanti jadi lama lulusnya . . . . Sudah seharusnya aku sadar, bahwa kuliah tu bukan project. Kuliah merupakan amanah dari ortu sehingga harus diemban dengan sebaik2nya.

—————————————————————————————————————————————————-

—————————————————————————————————————————————————-

Ujian selesai, saatnya mengevaluasi diri selama semester 3

ujian-nasional-24040816 Januari 2009

Waktu benar-benar terasa cepat berjalan, tak terasa sekarang sudah akan meninggalkan semester 3 dan memasuki semester 4. Saya masi berlatih untuk memanejemen waktu dengan baik. Waktu di saat ini untuk mengevaluasi diri. Hal yang saya sayangkan adalah kendornya semangat saya di tengah perjalanan. Padahal menjelang memasuki semester 3, tekad nan kuat dan bulat sudah terbentuk. Alhasil, masih kendor di tengah perjalanan. Mengapa bisa begitu ? Penyebabnya adalah tidak adanya waktu untuk mencharging diri. Ibarat baterai yang lama-kelamaan habis terpakai, semangat juga bisa habis pula. Solusinya adalah kembali ke pengelolaan waktu kita, dimana waktu harus dibagi sesuai dengan takarannya. Ada waktu untuk akademik, praktek, ibadah, hiburan dan mencharging diri. Memang benar, pengelolaan waktu tu sangat menentukan kesuksesan seseorang . . . . . . Sebaiknya apa yang telah kita lakukan dapat menjadi cerminan untuk berubah menjadi lebih baik. Amin

—————————————————————————————————————————————————–

—————————————————————————————————————————————————

Memilih dengan Hati

dream

15 Maret 2009

Hidup itu memang penuh dengan liku-liku. Hmm . . .Ternyata saya itu terlalu obsesi dengan banyak kegiatan sehingga kadang-kadang terjadi bentrok, Untuk saat ini, saya sudah merasakan akibatnya ( hikmah ding), jika kita tidak fokus pada suatu hal. Ketika melangkahkan kaki ke universitas, pastilah kita sudah mempunyai bayangan untuk ke depannya. Sayangnya, banyangan itu tidak selalu ajeg ( stabil ), terkadang bisa juga hanyut terbawa waktu. Sebenarnya, Tidak apa-apalah karena semakin sering kita menjalani pahitnya hidup ini maka semakin banyak ilmu yang kita dapat, jikalau kita menyadarinya sich. Kok menjadi nda jelas ya, hehehe

Fokus itu penting, karena sama saja kita sudah menetapkan suatu tujuan dalam hidup ini. Memiliki tujuan itu penting tetapi tujuan yang kostan. Karena terkadang tujuan yang berubah-ubah dapat membingungkan kita. I have a dream. Mulai saat ini, saya akan mencoba untuk memfokuskan diri . . .

—————————————————————————————————————————————————–

—————————————————————————————————————————————————-
Ketika Hidup ini terasa berat


tetesair1

14 Mei 2009

Aku masih ingat apa yang dikatakan guruku ketika aku masih SMA,  ” kalo uda besar, pikiran kita akan bercabang – cabang . . .jadi agak susah untuk fokus ke suatu hal“. Pada saat itu,  pernyataan itu tak kupikirkan dan aku tak berpikir untuk mengalaminya. Alhasil . . .Ketika aku menginjakkan bangku kuliah dan meninggalkan bangku SMA banyak perubahan yang telah aku alami. Perubahan yang dialami oleh seseorang yang tumbuh dewasa. Dan terkadang memang banyak yang perlu dipikirkan. Kemaren, ketika melihat KRCI / KRI, dalam hati ku berkata ” aku juga ingin menjadi pesertanya”. Kemudian sekarang aku bertanya balik,” bukankah kamu menyuruhku untuk keluar dari tim KRCI”. Ya, membuat hati ku diam sejenak dan berkata “Suatu saat akan tiba waktunya “.  Dengan kata lain bersiaplah untuk meraih kesempatan itu.  Kemudian, ketika memikirkan tugas elektronika hibrid ( hampir setiap minggu ada tugas dan berkaiatan dengan hardware), aku seakan – akan sangat malas untuk mengerjakannya. Dan terus menyalahkan keadaan . . .ini karena muridnya cuma ada dua, malahan yang satunya jarang banget berangkat. So, seperti single fighter namanya . . . Kemudian aku berkata ” Lalu sekarang maonya gimana ? “. Akan kah berhenti dan mengulang ketika ada teman ?. Huff . . .jawaban yang konyol, sungguh sangat konyol bagi ku. Terkadang ketika kita berbicara dengan diri kita, ada 2 kemungkinan asalnya jawaban, dari hati nurani atau bisikan setan . . . .

2 Tanggapan to “Catatan Kuliah”

  1. Wilda said

    hidup itu terdiri dari beberapa pilihan,…dan pilihan itu kembali ke kita,..gak usah bingung mas,…yang pasti hati nurani tidak pernah berkata salah.

    • yunus07elektro said

      iya, tetapi terkadang membedakan kata hati nurani dengan bisikan syetan juga agak susah, pada saat itu, pertimbangan akal sangat diperlukan . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: